Harmoni di Ruang Hampa: Bagaimana Teori String Akhirnya Menemukan Tempat bagi Energi Gelap

Harmoni di Ruang Hampa: Bagaimana Teori String Akhirnya Menemukan Tempat bagi Energi Gelap

 

string theory

Selama beberapa dekade, teori fisika yang paling menjanjikan untuk menyatukan segalanya justru gagal menjelaskan fitur paling nyata dari alam semesta kita: percepatan ekspansinya. Kini, sebuah terobosan baru menunjukkan bahwa dimensi tersembunyi dapat menghasilkan "dorongan" energi yang kita amati, menyatukan lanskap kosmik dengan mikroskopis.

 

Di sebuah kantor di Madrid, dua fisikawan teoretis, Bruno Bento dan Miguel Montero, sedang menatap papan tulis yang dipenuhi persamaan yang tampak seperti kekacauan matematis. Mereka sedang bergulat dengan masalah yang telah menghantui fisika selama lebih dari dua dekade. Masalahnya sederhana untuk diucapkan tetapi mustahil untuk dipecahkan: Alam semesta kita sedang mengembang dengan kecepatan yang terus meningkat, didorong oleh kekuatan misterius yang kita sebut energi gelap. Namun, Teori String—kandidat utama untuk "Teori Segala Sesuatu" (Theory of Everything)—tampaknya lebih menyukai alam semesta yang statis atau runtuh, bukan yang meledak keluar.

 

Hingga saat ini, banyak fisikawan mulai bertanya-tanya apakah Teori String sedang membawa kita ke jalan buntu atau "Rawa" (Swampland)—sebuah wilayah teoritis di mana model-model alam semesta yang secara matematis konsisten ternyata tidak mungkin ada secara fisik.

 

Namun, dalam sebuah makalah yang diterbitkan baru-baru ini, Bento dan Montero, membangun ide dari Eva Silverstein dari Stanford University, mengusulkan sebuah mekanisme baru. Mereka menunjukkan bahwa fluktuasi dalam dimensi tersembunyi—ruang kecil yang melengkung pada dirinya sendiri—dapat menghasilkan energi positif yang cukup untuk mendorong ekspansi alam semesta. Ini adalah pertama kalinya Teori String mampu memberikan deskripsi eksplisit tentang alam semesta "de Sitter" (alam semesta dengan energi gelap positif) yang sesuai dengan pengamatan astronomi terbaru.